<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Anjangsana ...</title>
	<atom:link href="http://anjangsana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anjangsana.wordpress.com</link>
	<description>Indahnya Berbagi Pengetahuan, Inspirasi &#38; Hal Positif Lainnyaa ...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 01:15:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='anjangsana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/7f773f4e9dda8731b5a924dafbe4e31c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Anjangsana ...</title>
		<link>http://anjangsana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://anjangsana.wordpress.com/osd.xml" title="Anjangsana ..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://anjangsana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Inilah Makanan yang Berbahaya bagi Kesehatan</title>
		<link>http://anjangsana.wordpress.com/2012/01/25/inilah-makanan-yang-berbahaya-bagi-kesehatan/</link>
		<comments>http://anjangsana.wordpress.com/2012/01/25/inilah-makanan-yang-berbahaya-bagi-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 01:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sumarwoto Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Healthy]]></category>
		<category><![CDATA[junk food]]></category>
		<category><![CDATA[makanan sehat]]></category>
		<category><![CDATA[makanan tidak sehat]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjangsana.wordpress.com/?p=586</guid>
		<description><![CDATA[Begitu banyak iklan makanan yang kita tonton atau dengar setiap hari, dan sebagian dari mereka mengiklankan produk mereka sebagai produk higienis dan bernutrisi. Benarkah?  Nah, berikut beberapa makanan yang sebaiknya Anda dan keluarga jauhi karena bisa mengancam kesehatan Anda terutama bila anda sedang dalam proses diet melangsingkan tubuh. Gula-gula Kayaknya untuk snack yang satu ini tak perlu &#8230;<p><a href="http://anjangsana.wordpress.com/2012/01/25/inilah-makanan-yang-berbahaya-bagi-kesehatan/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=586&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<p><a href="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/kesehatan.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-587" title="kesehatan" src="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/kesehatan.jpg?w=300&#038;h=150" alt="" width="300" height="150" /></a>Begitu banyak iklan makanan yang kita tonton atau dengar setiap hari, dan sebagian dari mereka mengiklankan produk mereka sebagai produk higienis dan bernutrisi. Benarkah?  Nah, berikut beberapa makanan yang sebaiknya Anda dan keluarga jauhi karena bisa mengancam kesehatan Anda terutama bila anda sedang dalam proses diet melangsingkan tubuh.<br />
<span id="more-586"></span><strong>Gula-gula</strong></p>
<p>Kayaknya untuk <em>snack </em>yang satu ini tak perlu banyak penjelasan ya? Kadar gula yang tinggi serta kalori yang lumayan ada semua. Kalau orang tua kita dulu bilang, gula itu merusak gigi, dan sekarang kita tahu<em>snack </em>ini juga menjadi penimbun lemak di tubuh.</p>
<p>Jadi kalau ada iklan yang isinya mengkonsumsi bon-bon produk mereka identik dengan mengkonsumsi sekian gelas susu, anda sudah tahu kan apakah <em>snack</em> ini memang bergizi atau tidak.</p>
<p><strong>Keripik kentang</strong></p>
<p>Makanan ringan dengan nama keren &#8216;potato chips&#8217; ini sangat lezat. Tetapi tahukah anda bahaya yang bisa ditimbulkannya? Duabelas buah keripik kentang mengandung 150 kalori, 10 g lemak (3 g di antaranya adalah lemak jenuh), dan 210 mg sodium. Belum lagi tambahan MSG dan beberapa penyedap rasa. Lagi-lagi makanan yang bisa menyebabkan kegemukan dan obesitas.</p>
<p><strong>Biskuit coklat</strong></p>
<p>Satu keping biskuit coklat ini mengandung 80 kalori, 4,5 g lemak (1,5 g adalah lemak jenuh). Kalau Anda ingin tahu lihat saja daftar komposisinya, kemungkinan besar Anda akan temukan istilah-istilah seperti<em>white flour, hydrogenated oi</em>l, atau istilah kimia yang susah dimengerti lainnya dan dikemas seolah-olah ini adalah daftar komposisi gizi. Jadi jelas biskuit lezat ini bukanlah pilihan yang penuh nutrisi bagi anda dan keluarga.</p>
<p><strong>Cola</strong></p>
<p>Di antara minuman ringan alias soft drinks, cola merupakan minuman yang paling tinggi kandungan kalorinya yaitu 150 kalori untuk kaleng berukuran 350 ml dan 410 kalori untuk botol berukuran 1,2 liter. Belum lagi kandungan gula buatan dan tambahan kafein di dalamnya.</p>
<p>Berdasarkan riset diketahui cola memiliki korelasi yang kuat dengan obesitas. Kandungan kalori yang begitu tinggi dalam bentuk cairan, tidak menyebabkan tubuh merasa kenyang dan membuat tubuh tetap merasa lapar dan karenanya makan makanan lainnya sehingga penumpukan kalori pun terjadi.</p>
<p>Bahaya lainnya adalah kerusakan gigi. Diketahui bahwa konsumsi cola atau soft drinks menyebabkan gigi terkena kontak dengan gula buatan &#8216;sang perusak gigi&#8217;, dan efeknya bahkan berlanjut sampai 40 menit setelah tegukan terakhir, kecuali anda segera minum air putih untuk penetral tentunya.</p>
<p><strong>Daging asap</strong></p>
<p>Semua jenis daging yang diasapi biasanya mengandung zat kimia pengawet yaitu sejenis nitrat, yang sangat terkait dengan kanker usus dan perut. Dua iris daging asap &#8211; apapun jenis dagingnya &#8211; rata-rata mengandung 120 kalori dan 10 g lemak (3 g di antaranya adalah lemak jenuh).</p>
<p><strong>Hot dog daging</strong></p>
<p>Hot dog mengandung 180 kalori, 16 g lemak (7 g lemak jenuh), dan 550 mg sodium, dan ini masih hitungan di luar roti-nya lo. Daging sebagai pengisi hot dog adalah kumpulan dari bagian tubuh ternak (biasanya isi perut) yang tidak terpakai pada produk daging lainnya.</p>
<p>Oleh karenanya kandungan lemak jenuhnya lumayan tinggi, apalagi jika yang dipakai adalah daging sapi, nota bene kadar lemak jenuh trans-fat pada isi perutnya lumayan tinggi. [mor]</p>
<p>Source http://gayahidup.inilah.com/</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://anjangsana.wordpress.com/category/healthy/'>Healthy</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anjangsana.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anjangsana.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anjangsana.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anjangsana.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anjangsana.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anjangsana.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anjangsana.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anjangsana.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anjangsana.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anjangsana.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anjangsana.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anjangsana.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anjangsana.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anjangsana.wordpress.com/586/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=586&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjangsana.wordpress.com/2012/01/25/inilah-makanan-yang-berbahaya-bagi-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.200000 106.883000</georss:point>
		<geo:lat>-6.200000</geo:lat>
		<geo:long>106.883000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88bdaa27ee108be691b18825bec95af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Purbowaseso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/kesehatan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kesehatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alhamdulillah Saya Pernah Sakit Keras</title>
		<link>http://anjangsana.wordpress.com/2012/01/13/alhamdulillah-saya-pernah-sakit-keras/</link>
		<comments>http://anjangsana.wordpress.com/2012/01/13/alhamdulillah-saya-pernah-sakit-keras/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 02:35:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sumarwoto Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mindset]]></category>
		<category><![CDATA[dahlan iskan]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[pak dis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjangsana.wordpress.com/?p=581</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah saya pernah sakit keras! Yang membuat saya tidak mungkin lagi aktif memimpin Jawa Pos selama hampir dua tahun. Alhamdulillah saya pernah sakit keras! Yang mengakibatkan saya harus lebih banyak berada di luar negeri sehingga jauh dari posisi kepemimpinan di Jawa Pos. Alhamdulillah saya pernah sakit keras! Yang mengakibatkan saya dilarang bekerja keras dan dilarang &#8230;<p><a href="http://anjangsana.wordpress.com/2012/01/13/alhamdulillah-saya-pernah-sakit-keras/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=581&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post_content">
<div>
<div>
<p><a href="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/dahlan-iskan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-582" title="dahlan-iskan" src="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/dahlan-iskan.jpg?w=545" alt=""   /></a>Alhamdulillah saya pernah sakit keras!<br />
Yang membuat saya tidak mungkin lagi aktif memimpin Jawa Pos selama hampir dua tahun. Alhamdulillah saya pernah sakit keras! Yang mengakibatkan saya harus lebih banyak berada di luar negeri sehingga jauh dari posisi kepemimpinan di Jawa Pos.</p>
<p>Alhamdulillah saya pernah sakit keras!<br />
Yang mengakibatkan saya dilarang bekerja keras dan dilarang menjadi pemimpin No 1 di Jawa Pos.<br />
Kalau saja takdir tidak seperti itu, barangkali saya masih terus bercokol di Jawa Pos sampai hari ini, memimpin Jawa Pos dengan gaya saya, lalu ditertawakan oleh yang muda-muda. Sakit keras saya secara tidak langsung membawa implikasi percepatan proses regenerasi di Jawa Pos. Saya dipaksa untuk rela meninggalkan kekuasaan yang hampir mutlak di Jawa Pos itu. Saya juga dipaksa untuk menjalankan apa yang sudah sering saya kemukakan sendiri sebelumnya: percayalah kepada generasi muda!</p>
<p><span id="more-581"></span></p>
<p>Tanpa saya sakit keras, barangkali saya akan dicatat sebagai pemimpin yang punya cacat besar: selalu menganjurkan regenerasi tapi dirinya sendiri terus bercokol. Sakit keras saya membuat saya konsekuen terhadap doktrin saya yang selalu saya dengungkan: hanya anak muda yang bisa membawa kemajuan. Orang-orang Jawa Pos Group hafal dengan doktrin tersebut lantaran begitu seringnya saya kemukakan.</p>
<p>Sebenarnya saya sudah berlatih untuk kehilangan kekuasaan sejak lama. Saya sudah berhenti menjadi pemimpin redaksi Jawa Pos atas inisiatif saya sendiri ketika umur saya masih 36 tahun. Saya sudah minta berhenti sebagai pemimpin umum Jawa Pos ketika umur saya ’’baru’’ 38 tahun. Sayangnya, he he, sayangnya, saya meninggalkan jabatan itu karena sudah mendapat jabatan yang lebih tinggi. Misalnya, karena sudah menjadi direktur utama di hampir 100 perusahaan Jawa Pos Group.</p>
<p>Tapi, tidak sepenuhnya begitu. Suatu ketika, saya juga memutuskan untuk berhenti dari semua jabatan direktur utama di semua anak perusahaan Jawa Pos Group. Tujuan saya: biar yang muda-muda di berbagai daerah itu yang menjadi direktur utama di setiap perusahaan setempat. Saya melengserkan diri saya dari jabatan direktur utama untuk menjadi chairman saja di semua anak perusahaan tersebut.</p>
<p>Ketika salah seorang direksi bertanya mengapa tiba-tiba minta berhenti dari semua jabatan direktur utama, saya hanya menjawab dengan sangat enteng: saya ingin merasakan bagaimana kehilangan jabatan yang begitu banyak, sekaligus.</p>
<p>Tapi, ternyata saya belum kehilangan apa-apa. Berhenti dari jabatan Dirut, saya masih menjadi chairman. Karena itu, dua tahun kemudian, saya memutuskan untuk juga berhenti dari semua jabatan chairman di semua anak perusahaan tersebut. Dengan langkah itu, saya tidak punya jabatan apa pun di semua anak perusahaan. Saya ingin kembali merasakan bagaimana kehilangan jabatan yang begitu banyak.<br />
Sekali lagi, ternyata saya tidak bisa kehilangan jabatan. Meski secara formal saya bukan siapa-siapa lagi di semua perusahaan itu, ternyata teman-teman di seluruh Indonesia tidak berubah sikap terhadap saya. Sampai-sampai, saya harus sering memberi tahu bahwa saya ini sudah bukan pemimpin Anda-Anda. Kata-kata saya jangan lagi dituruti dan jangan lagi dianggap perintah.</p>
<p>Rupanya, semua itu ada hikmahnya. Saya menjadi sudah terbiasa kehilangan jabatan. Karena itu, ketika akhirnya sakit keras dan harus meninggalkan jabatan di induknya pun, tidak ada perasaan owel (istilah Jawa, sulit merelakan, Red) sama sekali. Saya bisa menjalani pengobatan saya dengan perasaan yang longgar dan sikap yang sumeleh, tawakal kepada-Nya.</p>
<p>Pindahlah kepemimpinan Jawa Pos kepada yang jauh lebih muda.<br />
Dua tahun saya sakit.<br />
Dua tahun saya di luar negeri.<br />
Dua tahun saya nonaktif.</p>
<p>Ternyata, semua baik-baik saja. Di tangan anak-anak muda, bahkan Jawa Pos terus maju dan kian maju. Justru di tangan yang muda-muda itu Jawa Pos mencapai lebih banyak prestasi, seperti menjadi koran terbaik di jagat raya ini.</p>
<p>Alhamdulillah saya akhirnya sembuh.<br />
Alhamdulillah saya tidak punya keinginan ’’merebut’’ kembali jabatan itu.<br />
Alhamdulillah saya segera punya tekad baru: ingin menjadi guru jurnalistik untuk lembaga pendidikan apa saja, sambil ikut mengurus pesantren di desa saya.</p>
<p>Sambil terus menyaksikan dari jauh kemajuan dan kemajuan yang diraih generasi baru di Jawa Pos.<br />
Sungguh menyesal seandainya saya punya pikiran: tanpa saya Jawa Pos bukan apa-apa! Sungguh menyesal seandainya saya punya sikap: tanpa saya Jawa Pos tidak akan bisa apa-apa!</p>
<p>Memang pernah ada majalah yang menulis artikel dengan judul ’’Jawa Pos adalah Dahlan Iskan dan Dahlan Iskan adalah Jawa Pos’’. Tapi, dalam perjalanannya, judul itu telah terbukti berlebihan dan mengada-ada.<br />
Alhamdulillah, duh Gusti, saya pernah sakit keras! (*)</p>
<p>Source http://dahlaniskan.wordpress.com/</p>
</div>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://anjangsana.wordpress.com/category/mindset/'>Mindset</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anjangsana.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anjangsana.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anjangsana.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anjangsana.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anjangsana.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anjangsana.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anjangsana.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anjangsana.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anjangsana.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anjangsana.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anjangsana.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anjangsana.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anjangsana.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anjangsana.wordpress.com/581/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=581&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjangsana.wordpress.com/2012/01/13/alhamdulillah-saya-pernah-sakit-keras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-6.200000 106.883000</georss:point>
		<geo:lat>-6.200000</geo:lat>
		<geo:long>106.883000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88bdaa27ee108be691b18825bec95af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Purbowaseso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/dahlan-iskan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dahlan-iskan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEBUAH RENUNGAN DI HARI IBU</title>
		<link>http://anjangsana.wordpress.com/2011/12/22/sebuah-renungan-di-hari-ibu/</link>
		<comments>http://anjangsana.wordpress.com/2011/12/22/sebuah-renungan-di-hari-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 12:32:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sumarwoto Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial, Budaya & Politik]]></category>
		<category><![CDATA[doa ibu]]></category>
		<category><![CDATA[hari ibu]]></category>
		<category><![CDATA[ibunda]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjangsana.wordpress.com/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[Diantara anda mungkin ada yg pernah membaca kisah ini sebelumnya&#8230; tapi tidak apa&#8230; cobalah sekali lagi luangkan waktu sejenak untuk sekedar melepas lelah dari rutinitas keseharian&#8230;dan menata ulang kembali peran2 kita sebagai orang tua dan terutama seorang ibu bagi anak tercinta kita&#8230;. agar kita tidak menyesal di kemudian hari&#8230;. Mari kita simak kembali kisahnya&#8230;.. Dewi &#8230;<p><a href="http://anjangsana.wordpress.com/2011/12/22/sebuah-renungan-di-hari-ibu/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=575&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/i-love-u-mom.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-576" title="i-love-u-mom" src="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/i-love-u-mom.jpg?w=263&#038;h=300" alt="" width="263" height="300" /></a>Diantara anda mungkin ada yg pernah membaca kisah ini sebelumnya&#8230; tapi tidak apa&#8230; cobalah sekali lagi luangkan waktu sejenak untuk sekedar melepas lelah dari rutinitas keseharian&#8230;dan menata ulang kembali peran2 kita sebagai orang tua dan terutama seorang ibu bagi anak tercinta kita&#8230;. agar kita tidak menyesal di kemudian hari&#8230;.</p>
<p>Mari kita simak kembali kisahnya&#8230;..</p>
<p>Dewi adalah sahabat saya, ia adalah seorang mahasiswi yang berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. &#8221;Why not to be the best?,&#8221; begitu ucapan yang kerap kali terdengar dari mulutnya, mengutip ucapan seorang mantan presiden Amerika.</p>
<p><span id="more-575"></span>Ketika Kampus, mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht-Belanda, Dewi termasuk salah satunya.</p>
<p>Setelah menyelesaikan kuliahnya, Dewi mendapat pendamping hidup yang &#8221;selevel&#8221;; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. tak lama berselang lahirlah Bayu, buah cinta mereka, anak pertamanya tersebut lahir ketika Dewi diangkat manjadi staf diplomat, bertepatan dengan suaminya meraih PhD. Maka lengkaplah sudah kebahagiaan mereka.</p>
<p>Ketika Bayu, berusia 6 bulan, kesibukan Dewi semakin menggila. Bak seekor burung garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Sebagai seorang sahabat setulusnya saya pernah bertanya padanya, &#8220;Tidakkah si Bayu masih terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal oleh ibundanya ?&#8221; Dengan sigap Dewi menjawab, &#8220;Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya dengan sempurna&#8221;. &#8220;Everything is OK !, Don’t worry Everything is under control kok !&#8221; begitulah selalu ucapannya, penuh percaya diri.</p>
<p>Ucapannya itu memang betul-betul ia buktikan. Perawatan anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter termahal. Dewi tinggal mengontrol jadwal Bayu lewat telepon. Pada akhirnya Bayu tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas mandiri dan mudah mengerti.</p>
<p>Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang betapa hebatnya ibu-bapaknya. Tentang gelar Phd. dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang berlimpah. &#8220;Contohlah ayah-bundamu Bayu, kalau Bayu besar nanti jadilah seperti Bunda&#8221;. Begitu selalu nenek Bayu, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.</p>
<p>Ketika Bayu berusia 5 tahun, neneknya menyampaikan kepada Dewi kalau Bayu minta seorang adik untuk bisa menjadi teman bermainnya dirumah apa bila ia merasa kesepian.</p>
<p>Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Dewi dan suaminya kembali meminta pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Bayu. Lagi-lagi bocah kecil inipun mau &#8221;memahami&#8221; orangtuanya.</p>
<p>Dengan Bangga Dewi mengatakan bahwa kamu memang anak hebat, buktinya, kata Dewi, kamu tak lagi merengek minta adik. Bayu, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek dan sangat mandiri. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Bahkan, tutur Dewi pada saya , Bayu selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Dewi sering memanggilnya malaikat kecilku. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, namun Bayu tetap tumbuh dengan penuh cinta dari orang tuanya. Diam-diam, saya jadi sangat iri pada keluarga ini.</p>
<p>Suatu hari, menjelang Dewi berangkat ke kantor, entah mengapa Bayu menolak dimandikan oleh baby sitternya. Bayu ingin pagi ini dimandikan oleh Bundanya,&#8221; Bunda aku ingin mandi sama bunda&#8230;please&#8230;please bunda&#8221;, pinta Bayu dengan mengiba-iba penuh harap.</p>
<p>Karuan saja Dewi, yang detik demi detik waktunya sangat diperhitungkan merasa gusar dengan permintaan anaknya. Ia dengan tegas menolak permintaan Bayu, sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Bayu agar mau mandi dengan baby sitternya. Lagi-lagi, Bayu dengan penuh pengertian mau menurutinya, meski wajahnya cemberut.</p>
<p>Peristiwa ini terus berulang sampai hampir sepekan. &#8220;Bunda, mandikan aku !&#8221; Ayo dong bunda mandikan aku sekali ini saja&#8230;?&#8221; kian lama suara Bayu semakin penuh tekanan. Tapi toh, Dewi dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Bayu sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Bayu bisa ditinggal juga dan mandi bersama Mbanya.</p>
<p>Sampai suatu sore, Dewi dikejutkan oleh telpon dari sang baby sitter, &#8220;Bu, hari ini Bayu panas tinggi dan kejang-kejang. Sekarang sedang di periksa di Ruang Emergency&#8221;.</p>
<p>Dewi, ketika diberi tahu soal Bayu, sedang meresmikan kantor barunya di Medan. Setelah tiba di Jakarta, Dewi langsung ngebut ke UGD. Tapi sayang&#8230; terlambat sudah&#8230;Tuhan sudah punya rencana lain. Bayu, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh Tuhannya.. Terlihat Dewi mengalami shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah untuk memandikan putranya, setelah bebarapa hari lalu Bayu mulai menuntut ia untuk memandikannya, Dewi pernah berjanji pada anaknya untuk suatu saat memandikannya sendiri jika ia tidak sedang ada urusan yang sangat penting. Dan siang itu, janji Dewi akhirnya terpenuhi juga, meskipun setelah tubuh si kecil terbujur kaku.</p>
<p>Ditengah para tetangga yang sedang melayat, terdengar suara Dewi dengan nada yang bergetar berkata &#8220;Ini Bunda Nak&#8230;., Hari ini Bunda mandikan Bayu ya&#8230;sayang&#8230;.! akhirnya Bunda penuhi juga janji Bunda ya Nak..&#8221; . Lalu segera saja satu demi satu orang-orang yang melayat dan berada di dekatnya tersebut berusaha untuk menyingkir dari sampingnya, sambil tak kuasa untuk menahan tangis mereka.</p>
<p>Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, para pengiring jenazah masih berdiri mematung di sisi pusara sang Malaikat Kecil. . Berkali-kali Dewi, sahabatku yang tegar itu, berkata kepada rekan-rekan disekitanya, &#8220;Inikan sudah takdir, ya kan..!&#8221; Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya di panggil, ya dia pergi juga, iya kan?&#8221;. Saya yang saat itu tepat berada di sampingnya diam saja. Seolah-olah Dewi tak merasa berduka dengan kepergian anaknya dan sepertinya ia juga tidak perlu hiburan dari orang lain.</p>
<p>Sementara di sebelah kanannya, Suaminya berdiri mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pucat pasi dengan bibir bergetar tak kuasa menahan air mata yang mulai meleleh membasahi pipinya.</p>
<p>Sambil menatap pusara anaknya, terdengar lagi suara Dewi berujar, &#8220;Inilah konsekuensi sebuah pilihan!&#8221; lanjut Dewi, tetap mencoba untuk tegar dan kuat.</p>
<p>Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja yang menusuk hidung hingga ke tulang sumsum. Tak lama setelah itu tanpa di duga-duga tiba-tiba saja Dewi jatuh berlutut, lalu membantingkan dirinya ke tanah tepat diatas pusara anaknya sambil berteriak-teriak histeris. &#8220;Bayu maafkan Bunda ya sayaang..!!, ampuni bundamu ya nak&#8230;? serunya berulang-ulang sambil membenturkan kepalanya ketanah, dan segera terdengar tangis yang meledak-ledak dengan penuh berurai air mata membanjiri tanah pusara putra tercintanya yang kini telah pergi untuk selama-lamanya.</p>
<p>Sepanjang persahabatan kami, rasanya baru kali ini saya menyaksikan Dewi menangis dengan histeris seperti ini.</p>
<p>Lalu terdengar lagi Dewi berteriak-teriak histeris &#8220;Bangunlah Bayu sayaaangku&#8230;.Bangun Bayu cintaku, ayo bangun nak&#8230;..?!?&#8221; pintanya berulang-ulang, &#8220;Bunda mau mandikan kamu sayang&#8230;. Tolong Beri kesempatan Bunda sekali saja Nak&#8230;. Sekali ini saja, Bayu.. anakku&#8230;?&#8221;Dewi merintih mengiba-iba sambil kembali membenturkan kepalanya berkali-kali ke tanah lalu ia peluki dan ciumi pusara anaknya bak orang yang sudah hilang ingatan. Air matanya mengalir semakin deras membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Bayu.</p>
<p>Senja semakin senyap, aroma bunga kamboja semakin tercium kuat manusuk hidung membuat seluruh bulu kuduk kami berdiri menyaksikan peristiwa yang menyayat hati ini&#8230;tapi apa hendak di kata, nasi sudah menjadi bubur, sesal kemudian tak berguna. Bayu tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya dimandikan oleh orang tuanya karena mereka merasa bahwa banyak hal yang jauh lebih penting dari pada hanya sekedar memandikan seorang anak.</p>
<p>Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua yang sering merasa hebat dan penting dengan segala kesibukannya.</p>
<p>Kami segenap Mangement Ayah Edy mengucapkan selamat Hari Ibu, semoga kita terus mau berupaya dan belajar untuk menjadi ibu yang lebih baik dari hari ke hari bagi anak-anak tercinta kita dirumah.</p>
<p>MARI KITA BANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA MELALUI ANAK-ANAK KITA TERCINTA !</p>
<p>Lets Make Indonesian Strong from Home !</p>
<p>Source http://facebook.com/pages/Komunitas-AYAH-EDY/</p>
<br />Filed under: <a href='http://anjangsana.wordpress.com/category/sosial-budaya-politik/'>Sosial, Budaya &amp; Politik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anjangsana.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anjangsana.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anjangsana.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anjangsana.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anjangsana.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anjangsana.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anjangsana.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anjangsana.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anjangsana.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anjangsana.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anjangsana.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anjangsana.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anjangsana.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anjangsana.wordpress.com/575/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=575&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjangsana.wordpress.com/2011/12/22/sebuah-renungan-di-hari-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.200000 106.883000</georss:point>
		<geo:lat>-6.200000</geo:lat>
		<geo:long>106.883000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88bdaa27ee108be691b18825bec95af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Purbowaseso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/i-love-u-mom.jpg?w=263" medium="image">
			<media:title type="html">i-love-u-mom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi Jenderal Douglas Mac Arthur : &#8220;Doa Seorang Ayah&#8221;</title>
		<link>http://anjangsana.wordpress.com/2011/12/18/puisi-jenderal-douglas-mac-arthur-doa-seorang-ayah/</link>
		<comments>http://anjangsana.wordpress.com/2011/12/18/puisi-jenderal-douglas-mac-arthur-doa-seorang-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 03:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sumarwoto Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial, Budaya & Politik]]></category>
		<category><![CDATA[arthur]]></category>
		<category><![CDATA[doa seorang ayah]]></category>
		<category><![CDATA[douglas mc arthur]]></category>
		<category><![CDATA[jenderal]]></category>
		<category><![CDATA[puisi jenderal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjangsana.wordpress.com/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[Doa untuk Putraku   Tuhanku&#8230; Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan. Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan. Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja. Seorang Putera yang &#8230;<p><a href="http://anjangsana.wordpress.com/2011/12/18/puisi-jenderal-douglas-mac-arthur-doa-seorang-ayah/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=568&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="globalContainer">
<div id="content">
<div id="mainContainer">
<div id="contentCol">
<div id="contentArea">
<div id="pagelet_group_doc">
<ul>
<li>
<div id="fbDocument10150491370714393">
<div>
<p><strong><a href="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/doules-mc-arthur.jpg"><img class="size-full wp-image-569 alignleft" title="doules mc arthur" src="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/doules-mc-arthur.jpg?w=545" alt=""   /></a></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Doa untuk Putraku  </strong></p>
<p style="text-align:left;">Tuhanku&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.</p>
<p style="text-align:left;">Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.</p>
<p style="text-align:left;">Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.</p>
<p style="text-align:left;">Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.</p>
<p style="text-align:left;">Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya</p>
<p style="text-align:left;">dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.</p>
<p style="text-align:left;">Seorang Putera yang sadar bahwa</p>
<p style="text-align:left;">mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-568"></span></p>
<p style="text-align:left;">Tuhanku&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.</p>
<p style="text-align:left;">Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.</p>
<p style="text-align:left;">Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar</p>
<p style="text-align:left;">untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.</p>
<p style="text-align:left;">Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,  sanggup memimpin dirinya sendiri,</p>
<p style="text-align:left;">sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.</p>
<p style="text-align:left;">Berikanlah hamba seorang putra  yang mengerti makna tawa ceria</p>
<p style="text-align:left;">tanpa melupakan makna tangis duka.</p>
<p style="text-align:left;">Putera yang berhasrat Untuk menggapai masa depan yang cerah</p>
<p style="text-align:left;">namun tak pernah melupakan masa lampau.</p>
<p style="text-align:left;">Dan, setelah semua menjadi miliknya&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Berikan dia cukup Kejenakaan  sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh</p>
<p style="text-align:left;">namun tetap mampu menikmati hidupnya.</p>
<p style="text-align:left;">Tuhanku&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Berilah ia kerendahan hati&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,</p>
<p style="text-align:left;">hamba, ayahnya, dengan berani berkata &#8220;hidupku tidaklah sia-sia&#8221;</p>
<p>&#8220;Pada masa perang dunia kedua, tepatnya bulan Mei Tahun 1952, seorang jenderal kenamaan, Douglas Mac Arthur, menullis sebuah puisi untuk putra tercintanya yang saat itu baru berusia 14 tahun. Puisi tersebut mencerminkan harapan seorang ayah kepada anaknya. Ia memberi sang anak puisi indah yang berjudul &#8220;Doa untuk Putraku&#8221;</p>
</div>
<div></div>
<div>Source : <a href="http://rgoesasi.blogspot.com/" rel="nofollow" target="_blank">http://rgoesasi.blogspot.com/</a></div>
</div>
</li>
</ul>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://anjangsana.wordpress.com/category/sosial-budaya-politik/'>Sosial, Budaya &amp; Politik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anjangsana.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anjangsana.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anjangsana.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anjangsana.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anjangsana.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anjangsana.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anjangsana.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anjangsana.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anjangsana.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anjangsana.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anjangsana.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anjangsana.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anjangsana.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anjangsana.wordpress.com/568/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=568&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjangsana.wordpress.com/2011/12/18/puisi-jenderal-douglas-mac-arthur-doa-seorang-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-6.200000 106.883000</georss:point>
		<geo:lat>-6.200000</geo:lat>
		<geo:long>106.883000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88bdaa27ee108be691b18825bec95af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Purbowaseso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/doules-mc-arthur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">doules mc arthur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Google Luncurkan Toko Musik Online</title>
		<link>http://anjangsana.wordpress.com/2011/11/26/google-luncurkan-toko-musik-online/</link>
		<comments>http://anjangsana.wordpress.com/2011/11/26/google-luncurkan-toko-musik-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 13:40:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sumarwoto Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[ice cream]]></category>
		<category><![CDATA[musik online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjangsana.wordpress.com/?p=555</guid>
		<description><![CDATA[Google dilaporkan telah meluncurkan toko musik online di AS, yang memungkinkan pengguna sistem operasi Android membeli, menyimpan dan memperdengarkan berkas MP3. Seperti diwartakan BBC, perusahaan EMI,Sony music Entertainment, universal dan 23 perusahaan rekaman independen merupakan pihak yang akan menyediakan konten guna menciptakan sebuah perpustakaan dari 13 juta lagu. Sementara itu, Warner music group telah menyatakan &#8230;<p><a href="http://anjangsana.wordpress.com/2011/11/26/google-luncurkan-toko-musik-online/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=555&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/11/20110706121827icecreamsandwich.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-556" title="20110706121827icecreamsandwich" src="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/11/20110706121827icecreamsandwich.jpg?w=545" alt=""   /></a><em><strong>Google dilaporkan telah meluncurkan toko musik online di AS, yang memungkinkan pengguna sistem operasi Android membeli, menyimpan dan memperdengarkan berkas MP3.</strong></em><span id="more-555"></span></p>
<p>Seperti diwartakan BBC, perusahaan EMI,Sony music Entertainment, universal dan 23 perusahaan rekaman independen merupakan pihak yang akan menyediakan konten guna menciptakan sebuah perpustakaan dari 13 juta lagu.</p>
<p>Sementara itu, Warner music group telah menyatakan tidak ikut ambil bagian.</p>
<p>Layanan itu hadir sebagai tantangan bagi dominasi iTunes dari Apple. iTunes terbantu oleh popularitas iPod.</p>
<p>Penelitian terbaru yang dilakukan oleh lembaga riset Gartner memperkirakan bahwa lebih dari setengah ponsel pintar yang terjual antara bulan Juli dan September menggunakan sistem operasi Android. Jumlah itu lebih dari 60 juta perangkat.</p>
<p>Apple dengan sistem iOS punya 15 persen di pasar pada periode yang sama, ungkap penelitian itu.</p>
<p>Google juga mengintegrasikan layanan terbarunya itu dengan jejaring sosial Google+.</p>
<p>Pengguna akan mampu berbagi lagu dengan kontak Circle dan dapat mendengarkan musih secara utuh satu kali tanpa membeli. Harga per lagu mulai dari 69 sen hingga 1,29 dolar AS.</p>
<p>Google juga berharap bisa menghubungkan seniman-seniman yang belum menjadi bintang melalui layanan baru Artist Hub. Para musisi dapat menambahkan halaman pribadi miliknya dengan biaya 25 dolar dan mengatur harganya sendiri. Google akan mengambil keuntungan sebesar 30 persen dari setiap penjualan.</p>
<p>Perusahaan itu tak membicarakan rencana untuk menawarkan layanan musik Google itu di luar AS.</p>
<p>Google bukan hanya perusahaan teknologi saja yang mencoba membuat gebrakan dalam industri musik.</p>
<p>Blackberry meluncurkan layanan BBM musiknya di Inggris pekan ini. Perusahaan itu menawarkan para pengguna 50 track lagu yang terlindungi DRM (Digital Right management) atas pilihan mereka seharga 4.99 pounds perbulannya.</p>
<p>Para Anggota juga bisa mendegarkan musik pilihan teman mereka. Layanan itu juga hadir di AS,Kanada dan Australia.</p>
<p>Nokia tak mau ketinggalan dan mengejar dengan model yang berbeda, yang menawarkan pengguna ponsel Lumia 800 Windows Phone terbarunya menggunakan aplikasi mix Radio.</p>
<p>Source http://antaranews.com/</p>
<br />Filed under: <a href='http://anjangsana.wordpress.com/category/technology/'>Technology</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anjangsana.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anjangsana.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anjangsana.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anjangsana.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anjangsana.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anjangsana.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anjangsana.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anjangsana.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anjangsana.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anjangsana.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anjangsana.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anjangsana.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anjangsana.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anjangsana.wordpress.com/555/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=555&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjangsana.wordpress.com/2011/11/26/google-luncurkan-toko-musik-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.200000 106.883000</georss:point>
		<geo:lat>-6.200000</geo:lat>
		<geo:long>106.883000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88bdaa27ee108be691b18825bec95af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Purbowaseso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/11/20110706121827icecreamsandwich.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20110706121827icecreamsandwich</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yakinkah Kita Anak Kita Sungguh2 Cerdas, Pintar dan Juara</title>
		<link>http://anjangsana.wordpress.com/2011/11/17/yakinkah-kita-anak-kita-sungguh2-cerdas-pintar-dan-juara/</link>
		<comments>http://anjangsana.wordpress.com/2011/11/17/yakinkah-kita-anak-kita-sungguh2-cerdas-pintar-dan-juara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 09:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sumarwoto Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mindset]]></category>
		<category><![CDATA[ayah edy]]></category>
		<category><![CDATA[holystic learning]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia strong from home]]></category>
		<category><![CDATA[multiple intelligent]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjangsana.wordpress.com/?p=561</guid>
		<description><![CDATA[Newton bertanya dalam bathin&#8230; mengapa buah apel ini bisa jatuhnya ke bawah dan bukan ke atas&#8230;? Jadilah Hukum Gravitasi. Edwin land bertanya dalam bathin, Mengapa hasil foto harus menunggu berhari2 untuk di cetak..? maka terciptalah foto langsung jadi Polaroid. Wright bersaudara bertanya dalam bathin mengapa burung bisa terbang dan manusia tidak? maka terciptalah pesawat udara, &#8230;<p><a href="http://anjangsana.wordpress.com/2011/11/17/yakinkah-kita-anak-kita-sungguh2-cerdas-pintar-dan-juara/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=561&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<div id="main">
<div id="Blog1">
<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<div id="post-body-1290640734379254783"><a href="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/newton.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-562" title="Newton" src="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/newton.jpg?w=218&#038;h=300" alt="" width="218" height="300" /></a>Newton bertanya dalam bathin&#8230; mengapa buah apel ini bisa jatuhnya ke bawah dan bukan ke atas&#8230;? Jadilah Hukum Gravitasi. Edwin land bertanya dalam bathin, Mengapa hasil foto harus menunggu berhari2 untuk di cetak..? maka terciptalah foto langsung jadi Polaroid. Wright bersaudara bertanya dalam bathin mengapa burung bisa terbang dan manusia tidak? maka terciptalah pesawat udara, Johan Gutenberg bertanya dalam bathin mengapa kita harus menulis ulang naskah2 sebanyak ini..? maka terciptalah Mesin Cetak, Ray Tomlinson bertanya mengapa surat harus dikirim via post dan penerimanya menunggu berhari2..?, maka terciptalah email, Bell bertanya bagaimana ya agar orang dapat bicara meskipun terpisah jarak?, maka terciptalah telepon, Martin Cooper bertanya dalam bathin mengapa telepon harus pakai kabel? bikir repot saja, maka terciptalah Handphone, Mark Zuckerberg bertanya dalam bathin Bagaimana ya supaya kita bisa saling berbagi pencerahan dan kebaikan bagi sesama tanpa harus beranjak dari depan meja kerja kita..? maka terciptalah face book yg sedang kita gunakan ini.<br />
<span id="more-561"></span>Pertanyaannya adalah MENGAPA PARA PENEMU INI BUKAN BERASAL DARI INDONESIA&#8230;.?Salah satu alasannya terbesarnya adalah karena selama ini anak2 Indonesia di latih utnuk pandai menjawab soal2 ujian yg sudah ada jawabannya di buku dan bukan dilatih untuk pandai bertanya dan menjawab pertanyaan2 yg muncul dari dalam bathinnya sendiri untuk memecahkan masalah2 dunia.Masihkah anak2 yg pandai menjawab ujian di sekolah dengan ”jawaban yg benar menurut gurunya” itu di nobatkan sebagai anak2 pandai, cerdas dan menjadi juara&#8230;.?<br />
Masihkan anak2 kita akan terus di latih untuk menjawab soal-soal dan bukannya menjawab pertanyaan2 fantasi mereka yg muncul dari dalam diri mereka sendiri..?Masihkah anak2 kita akan kita kirim ke Les2, Kursus atau BIMBEL terbaik untuk menjadi para ahli penjawab soal-soal ujian dan bukannya para ahli yg menjawab persoalan2 yg dihadapi oleh bangsa ini&#8230;?</p>
<p>Mari kita renungkan kembali.. definisi kita tentang ANAK CERDAS DAN JUARA agar pemikiran yg keliru tentang Cerdas dan Juara ini tidak terwariskan terus menerus dari generasi ke generasi berikutnya. Sehingga kita tidak menjadi Bangsa yg terus menerus TERTINGGAL DI LANDASAN.</p>
<p>Tentu saja keputusannya terletak di tangan para orang tua dan para penyelenggara pendidikan di negeri ini !!!</p>
<p>Segera ambil keputusan sebelum TERLAMBAT !!!!!</p>
<p>Jika kita mengambil keputusan tepat dan cepat hari ini juga maka saya yakin KELAK jajaran para ilmuan dunia dan penemu masa depan akan bernama Asep, Bejo, Naingolan, Upik, Baco, Woworuntu dll.</p>
<p>-ayah edy-</p>
<p>source <a href="http://ayahkita.blogspot.com/">http://ayahkita.blogspot.com</a>/</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://anjangsana.wordpress.com/category/mindset/'>Mindset</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anjangsana.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anjangsana.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anjangsana.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anjangsana.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anjangsana.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anjangsana.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anjangsana.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anjangsana.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anjangsana.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anjangsana.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anjangsana.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anjangsana.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anjangsana.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anjangsana.wordpress.com/561/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=561&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjangsana.wordpress.com/2011/11/17/yakinkah-kita-anak-kita-sungguh2-cerdas-pintar-dan-juara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.200000 106.883000</georss:point>
		<geo:lat>-6.200000</geo:lat>
		<geo:long>106.883000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88bdaa27ee108be691b18825bec95af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Purbowaseso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/12/newton.jpg?w=218" medium="image">
			<media:title type="html">Newton</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>STEVE JOBS SPEECH</title>
		<link>http://anjangsana.wordpress.com/2011/10/29/steve-jobs-speech/</link>
		<comments>http://anjangsana.wordpress.com/2011/10/29/steve-jobs-speech/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 07:35:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sumarwoto Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mindset]]></category>
		<category><![CDATA[apple]]></category>
		<category><![CDATA[inisiatif]]></category>
		<category><![CDATA[kemajuan]]></category>
		<category><![CDATA[motivate]]></category>
		<category><![CDATA[STEVE JOBS]]></category>
		<category><![CDATA[STEVE JOBS SPEECH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjangsana.wordpress.com/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[Steve Jobs,  pendiri dan mantan CEO Apple, disebut-sebut sebagai salah satu orang paling berpengaruh di abad ini, baik dalam bisnis maupun inovasi teknologi. Ia menjadi begitu fenomenal dengan melahirkan banyak pemikiran yang berharga dan bisa dikenang. Legenda Apple ini meninggal pada Rabu (5/10/2011) setelah berjuang melawan kanker pankreas. Lantas apa saja pemikiran-pemikirannya semasa hidup? Berikut &#8230;<p><a href="http://anjangsana.wordpress.com/2011/10/29/steve-jobs-speech/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=550&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/10/steve-jobs.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-551" title="steve-jobs" src="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/10/steve-jobs.jpg?w=545" alt=""   /></a>Steve Jobs,  pendiri dan mantan CEO Apple, disebut-sebut sebagai salah satu orang paling berpengaruh di abad ini, baik dalam bisnis maupun inovasi teknologi. Ia menjadi begitu fenomenal dengan melahirkan banyak pemikiran yang berharga dan bisa dikenang. Legenda Apple ini meninggal pada Rabu (5/10/2011) setelah berjuang melawan kanker pankreas. Lantas apa saja pemikiran-pemikirannya semasa hidup? Berikut ini beberapa pernyataan yang dilontarkannya.</p>
<p><span id="more-550"></span></p>
<p>Pidato Steve Jobs di Stanford University pada 2005</p>
<p>&#8220;Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah cara yang paling efektif untuk berani membuat keputusan besar dalam hidup. Karena segala harapan, kebanggaan, rasa malu, serta ketakutan terhadap kegagalan akan tidak berarti jika dihadapkan dengan kematian. Mengingat bahwa kita akan mati adalah cara terbaik untuk menghindari pemikiran takut gagal. Tidak ada alasan untuk Anda tidak mengikuti kata hati Anda.&#8221;</p>
<p>&#8220;Waktu Anda sangat terbatas. Jangan terperangkap oleh dogma yang membuat Anda hidup di pemikiran orang lain. Jangan biarkan gangguan dari opini orang lain mengalahkan suara hati Anda.&#8221;</p>
<p>Konferensi AllthingsD pada 2010</p>
<p>&#8220;Tidak ada hal yang lebih menyenangkan daripada menerima e-mail dari seseorang yang tidak saya kenal di berbagai belahan dunia yang baru saja membeli iPad. Ia menceritakan pengalamannya menggunakan iPad dan menyatakan bahwa iPad merupakan produk teknologi paling keren yang ia bawa pulang ke rumah sepanjang hidupnya. Itulah yang membuat saya untuk terus bertahan. Itulah yang menguatkan saya pada 5 tahun lalu, 10 tahun lalu, ketika semua kesempatan hampir tertutup. Dan, ini yang akan terus menyemangati saya pada lima tahun ke depan, apa pun yang akan terjadi.&#8221;</p>
<p>Wawancara dengan majalah &#8220;Playboy&#8221; pada 1985</p>
<p>&#8220;Saya tidak berpikir akan bekerja sekeras ini untuk sesuatu, tapi bekerja untuk Macintosh adalah pengalaman paling menarik dalam hidup saya. Ketika kami selesai presentasi pada rapat pemegang saham, semua orang di auditorium berdiri dan memberi penghargaan dengan melakukan standing ovation selama lima menit. Itu merupakan hal yang tidak akan saya lupakan. Tidak ada yang pernah berpikir bahwa kami bisa menyelesaikan proyek ini. Dari situ, semua orang mulai menitikkan air mata.&#8221;</p>
<p>Peluncuran produk Apple pada Juni 2011</p>
<p>&#8220;One more thing&#8230;.&#8221;</p>
<p>Wawancara dengan &#8220;Business Week&#8221; pada 2004</p>
<p>&#8220;Inovasi datang ketika orang bertemu di jalan atau bercakap-cakap di telepon pada pukul 22.30 tentang sebuah ide. Atau, inovasi itu ketika mereka sadar ada sesuatu yang bisa dipecahkan terhadap sebuah masalah. Atau, ketika pada sebuah pertemuan dengan enam orang yang dihubungi oleh seseorang karena dia pikir menemukan suatu ide yang akan menghasilkan sesuatu yang hebat dan semua orang mendengarkan dengan antusias.&#8221;</p>
<p>Wawancara dengan &#8220;Fortune Magazine&#8221; pada 2000</p>
<p>&#8220;Di benak sebagian besar orang, desain itu berarti hanya untuk menutupi sesuatu dan interior adalah sebuah dekorasi. Desain dan interior tak lebih dari produk kain untuk gorden dan sofa. Tapi buat saya, tidak ada yang lebih berharga dari sebuah desain. Ini merupakan jiwa dari setiap kreasi manusia yang mampu menginformasikan tiap-tiap lapisan yang ada dari produk maupun jasa yang dihasilkan.&#8221;</p>
<p>Wawancara dengan &#8220;Wired&#8221; pada 1996</p>
<p>&#8220;Teknologi membuat hidup kita lebih mudah. Ini bisa menyentuh berbagai sisi kehidupan seseorang yang kita pikir tidak akan bisa. Anda mungkin memiliki anak yang kurang sempurna dan bisa membentuk komunitas dengan orang tua lain yang memiliki pengalaman serupa sehingga bisa mendapatkan informasi medis, dukungan, serta informasi obat-obatan yang sangat berguna.&#8221;</p>
<p>Source http://kompas.com/</p>
<br />Filed under: <a href='http://anjangsana.wordpress.com/category/mindset/'>Mindset</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anjangsana.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anjangsana.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anjangsana.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anjangsana.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anjangsana.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anjangsana.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anjangsana.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anjangsana.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anjangsana.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anjangsana.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anjangsana.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anjangsana.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anjangsana.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anjangsana.wordpress.com/550/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=550&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjangsana.wordpress.com/2011/10/29/steve-jobs-speech/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<georss:point>-6.200000 106.883000</georss:point>
		<geo:lat>-6.200000</geo:lat>
		<geo:long>106.883000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88bdaa27ee108be691b18825bec95af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Purbowaseso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/10/steve-jobs.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">steve-jobs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelemahan Bersanding Kelebihan</title>
		<link>http://anjangsana.wordpress.com/2011/09/30/kelemahan-bersanding-kelebihan/</link>
		<comments>http://anjangsana.wordpress.com/2011/09/30/kelemahan-bersanding-kelebihan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 07:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sumarwoto Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[kelebihan]]></category>
		<category><![CDATA[kelemahan]]></category>
		<category><![CDATA[perangai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjangsana.wordpress.com/?p=546</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Kiptiah ::: Kita hidup bersama kelemahan atau kekurangan dan kelebihan. Semua itu Allah titipkan bukan tanpa hikmah di dalamnya. Allah menitipkan kelemahan kepada kita bukan untuk kita cela atau untuk kita keluhkan. Allah menciptakan manusia tidak ada yang sia-sia. Bagaimana pun wujudya, manusia adalah makhluk paling sempurna yang Allah ciptakan. Dari sebuah kelemahan, seseorang mampu mengubah &#8230;<p><a href="http://anjangsana.wordpress.com/2011/09/30/kelemahan-bersanding-kelebihan/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=546&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/10/kelebihan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-547" title="kelebihan" src="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/10/kelebihan.jpg?w=545" alt=""   /></a>Oleh</em> <strong>Kiptiah ::: </strong>Kita hidup bersama kelemahan atau kekurangan dan kelebihan. Semua itu Allah titipkan bukan tanpa hikmah di dalamnya. Allah menitipkan kelemahan kepada kita bukan untuk kita cela atau untuk kita keluhkan. Allah menciptakan manusia tidak ada yang sia-sia. Bagaimana pun wujudya, manusia adalah makhluk paling sempurna yang Allah ciptakan. Dari sebuah kelemahan, seseorang mampu mengubah dunianya. Di balik kelemahan sesungguhnya tersimpan pula kelebihan yang sempurna.</p>
<p><span id="more-546"></span>Dalam QS. Al-Israa’ [17] ayat 70 Allah SWT berfirman,<em>&#8220;Manusia diberikan kelebihan yang sempurna seperti yang dijelaskan atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.&#8221;</em></p>
<p>Tiap manusia pasti memiliki kelemahan, &#8216;sehebat&#8217; apapun dia menutupinya dari seluruh makhluk. Hanya saja dia mampu untuk menutupinya dengan memaksimalkan potensi yang dia miliki. Karena manusia akan cenderung menilai apa yang manusia lain lebih tampilkan.</p>
<p>Jika kita terlalu membanggakan kelemahan, seolah memamerkannya dan menutupi kelebihan yang Allah anugerahkan, jadilah ia memberikan <em>image</em> yang buruk kepada orang lain tentang dirinya. Namun jika kelemahan itu ia bicarakan pada orang yang lebih faham guna mencarikan solusinya adalah bukan masalah ketimbang mengeksposenya di depan umum. Kelemahan yang dimaksud bisa berupa kekurangan secara fisik, permasalahan dalam diri yang mengakar dan lainnya.</p>
<p>Suatu kelemahan yang terlalu dimanjakan akan membuat seseorang menjadi terfokus pada kelemahannya dan menutup diri akan sebuah kekuatan yang dapat menariknya ke dunia baru, dunia penuh semangat. Kehidupannya akan terkungkung akan ketakutan-ketakutan yang dibuatnya sendiri. Ia menjadi lebih nyaman berada di sebuah lingkaran yang ia buat sendiri. <strong>Karena orang lain bisa memberi semangat, tapi sesungguhnya sumber utama semangat adalah berasal dari dalam diri</strong>. Padahal di luar sana kehidupan jauh lebih menyenangkan.</p>
<p>Allah menciptakan manusia dengan berbagai kelemahan bukan menandakan bahwa Allah tak sayang pada hambaNya dan hanya pilih-pilih kasih. Justru Allah memberikan suatu keistimewaan kepada orang tersebut. Derajatnya akan jauh lebih tinggi, jika ia mampu melewati cobaan tersebut dan memberikan manfaat kepada orang lain justru dengan kelemahan yang ia miliki.</p>
<p>Sunnatullah, jika manusia cenderung berkeluh kesah akan keadaan dirinya, namun jangan pernah menjadikan itu sebagai pegangan kita untuk selalu dan selalu berkeluh kesah akan keadaan diri. Setiap orang ditakdirkan dengan kelemahan dan kelebihan dengan berbagai porsi yang berbeda. Buatlah semaksimal mungkin sehingga kelebihan kita mencuat hingga tak ada orang yang menyadari akan kelemahan yang kita miliki. Karena semua manusia tak ada yang tak memiliki kelebihan, jadi fokuslah pada kelebihan dan manjakanlah kelebihan itu.</p>
<p>Berapa banyak motivator yang muncul dengan membawa kelemahannya dan menyulapnya menjadi suatu kelebihan sehingga mampu memberikan semangat bahkan untuk mereka yang normal sekalipun.</p>
<p>Kelebihan pun bukan Allah titipkan untuk menjadi ajang kesombongan, mengecilkan orang lain yang tidak sebanding dengan dirinya. Kelebihan bisa menjadi sebuah ujian maupun kenikmatan jika kita mampu menempatkannya pada tatanan yang tepat. Kelebihan yang merugikan orang lain karenanya dan menjadi sia-sia karena tak di manfaatkan dengan baik akan menjadi malapetaka di kemudian hari.</p>
<p>Allah mengingat dalam Al-Qur’an surah Luqman [31] ayat 18 Allah SWT berfirman, <em>&#8220;Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.&#8221;</em></p>
<p>Allah SWT juga berfirman dalam Al Qur’an surah Al-Hadiid [57] ayat 23, <em>&#8220;Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.&#8221;</em></p>
<p>Apapun keadaan yang Allah titipkan, hanya patut diterima dengan ucapan syukur. Karena Allah menyampaikan kasih sayangNya dengan caraNya yang bermacam-macam. Allah tak akan dan tak pernah memeluk hambaNya hanya dengan melihat kelebihan makhlukNya, melainkan melalui kualitas diri yang ia ciptakan di hadapan Allah. Yaitu ketaqwaan. Karena Allah yang memberikan kelemahan dan kelebihan pada diri hamba, maka Allah pula yang lebih tahu apa maksud di balik semua rahasiaNya. Dan sebagai tugas kita adalah terus berfikir dan memperhatikan setiap peristiwa, guna mencerna makna kehidupan yang Allah tuliskan kepada setiap kita hambaNya.</p>
<p>Dan satu kelemahan, bukan menjadi batas kita untuk memberikan secercah semangat kepada orang lain. Tetap bermanfaat, apapun kondisi kita.</p>
<p>Allahua’lam</p>
<p>Source http://eramuslim.com/oase-iman/</p>
<br />Filed under: <a href='http://anjangsana.wordpress.com/category/filsafat/'>Filsafat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anjangsana.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anjangsana.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anjangsana.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anjangsana.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anjangsana.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anjangsana.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anjangsana.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anjangsana.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anjangsana.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anjangsana.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anjangsana.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anjangsana.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anjangsana.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anjangsana.wordpress.com/546/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=546&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjangsana.wordpress.com/2011/09/30/kelemahan-bersanding-kelebihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.200000 106.883000</georss:point>
		<geo:lat>-6.200000</geo:lat>
		<geo:long>106.883000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88bdaa27ee108be691b18825bec95af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Purbowaseso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/10/kelebihan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kelebihan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sanitasi Buruk, Penyakit Bermunculan</title>
		<link>http://anjangsana.wordpress.com/2011/09/29/sanitasi-buruk-penyakit-bermunculan/</link>
		<comments>http://anjangsana.wordpress.com/2011/09/29/sanitasi-buruk-penyakit-bermunculan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 07:16:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sumarwoto Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Healthy]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[sanitasi]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjangsana.wordpress.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat hendaknya mewaspadai penyebaran penyakit yang terkait dengan kualitas air. Apalagi saat ini lebih dari 70 juta penduduk Indonesia belum memiliki akses terhadap sanitasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan lebih dari seperempat penduduk Indonesia membuang tinja di sungai dan tanah. Hal itu mengakibatkan air sungai di perkotaan setiap hari dicemari ribuan ton tinja dan urin. &#8230;<p><a href="http://anjangsana.wordpress.com/2011/09/29/sanitasi-buruk-penyakit-bermunculan/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=542&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/10/sanitasi.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-543" title="sanitasi" src="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/10/sanitasi.jpg?w=300&#038;h=153" alt="" width="300" height="153" /></a>Masyarakat hendaknya mewaspadai penyebaran penyakit yang terkait dengan kualitas air. Apalagi saat ini lebih dari 70 juta penduduk Indonesia belum memiliki akses terhadap sanitasi.</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan lebih dari seperempat penduduk Indonesia membuang tinja di sungai dan tanah. Hal itu mengakibatkan air sungai di perkotaan setiap hari dicemari ribuan ton tinja dan urin.</p>
<p><span id="more-542"></span></p>
<p>Bukan hanya air sungai, air tanah di perkotaan pun dinilai belum layak dikonsumsi. Hasil penelitian yang dilakukan Unilever bersama Sucofindo menyebutkan 48 persen air tanah di Jabodetabek dan Bandung positif tercemar E.coli, bakteri penyebab utama diare.</p>
<p>&#8220;Penyebab utama diare adalah tinja manusia. Karena itu harus diupayakan agar tinja ini jangan sampai mengontaminasi media lain yang bisa masuk ke tubuh manusia, seperti air minum,&#8221; kata Dr.Budi Haryanto, dari Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.</p>
<p>Menurut dr.IBN Banjar, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, air minum seharusnya memenuhi berbagai syarat agar bisa disebut layak konsumsi, antara lain tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat.</p>
<p>&#8220;Walau air dari sumber alam bisa diminum manusia, tapi terdapat risiko air ini telah tercemar oleh bakteri atau logam berat,&#8221; katanya dalam acara penyerahan bantuan 700 unit sarana pengolahan air Pureit dari PT.Unilever kepada seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah di wilayah DKI Jakarta, Rabu (26/10/11).</p>
<p>Selain diare, air yang tercemar bakteri juga bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti demam tifus, paratipus, hepatitis, iritasi lambung, kolera, hingga anemia.</p>
<p>Untuk itu sosialisasi akan pentingnya pengolahan air perlu terus digalakan. Selain memastikan air yang dikonsumsi aman dari cemaran, perilaku buang air besar di jamban dan hidup bersih sangat efektif memutus rantai penularan penyakit.</p>
<p>Source http://health.kompas.com/</p>
<br />Filed under: <a href='http://anjangsana.wordpress.com/category/healthy/'>Healthy</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anjangsana.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anjangsana.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anjangsana.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anjangsana.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anjangsana.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anjangsana.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anjangsana.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anjangsana.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anjangsana.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anjangsana.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anjangsana.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anjangsana.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anjangsana.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anjangsana.wordpress.com/542/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=542&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjangsana.wordpress.com/2011/09/29/sanitasi-buruk-penyakit-bermunculan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.200000 106.883000</georss:point>
		<geo:lat>-6.200000</geo:lat>
		<geo:long>106.883000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88bdaa27ee108be691b18825bec95af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Purbowaseso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/10/sanitasi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sanitasi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Malu Hidup Sederhana</title>
		<link>http://anjangsana.wordpress.com/2011/08/13/jangan-malu-hidup-sederhana/</link>
		<comments>http://anjangsana.wordpress.com/2011/08/13/jangan-malu-hidup-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2011 08:21:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sumarwoto Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mindset]]></category>
		<category><![CDATA[bijak]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kesederhanaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjangsana.wordpress.com/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, secara tak sengaja saya menonton acara “Mamah Dedeh on The Street” dan dengan tema yang cukup menarik perhatian saya yaitu, &#8220;Jangan Malu Hidup Sederhana&#8221;. Mungkin terdengar tak bermakna apa-apa atau bahkan hanya menjadi lalu lalang bagi yang tak memperhatikannya. Tapi sesungguhnya makna kalimat tersebut sangatlah dalam. Kalimat itu mengingatkan saya akan kesederhanaan yang teramat &#8230;<p><a href="http://anjangsana.wordpress.com/2011/08/13/jangan-malu-hidup-sederhana/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=538&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/08/kesederhanaan_1345_l.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-539" title="kesederhanaan_1345_l" src="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/08/kesederhanaan_1345_l.jpg?w=300&#038;h=219" alt="" width="300" height="219" /></a>Kemarin, secara tak sengaja saya menonton acara “Mamah Dedeh on The Street” dan dengan tema yang cukup menarik perhatian saya yaitu, &#8220;Jangan Malu Hidup Sederhana&#8221;.</p>
<p>Mungkin terdengar tak bermakna apa-apa atau bahkan hanya menjadi lalu lalang bagi yang tak memperhatikannya. Tapi sesungguhnya makna kalimat tersebut sangatlah dalam.</p>
<p><span id="more-538"></span>Kalimat itu mengingatkan saya akan kesederhanaan yang teramat sangat yang di alami oleh Junjungan kita Rasulullah Muhammad <em>Shalallahu ‘alaihi wassalaam</em>.</p>
<p>Dalam suatu kisah Rasulullah saw:</p>
<p>Suatu hari &#8216;Umar bin Khaththab r.a menemui Nabi saw. di kamar beliau, lalu &#8216;Umar mendapati beliau tengah berbaring di atas sebuah tikar usang yang pinggirnya telah digerogoti oleh kemiskinan (lapuk).</p>
<p>Tikar membekas di belikat beliau, bantal yang keras membekas di bawah kepala beliau, dan kulit samakan membekas di kepala beliau.</p>
<p>Di salah satu sudut kamar itu terdapat gandum sekitar satu gantang. Di bawah dinding terdapat qarzh (semacam tumbuhan untuk menyamak kulit).</p>
<p>Maka, air mata &#8216;Umar bin Khaththab r.a meleleh dan ia tidak kuasa menahan tangis karena iba dengan kondisi Nabi saw.</p>
<p>Lalu Nabi saw. bertanya sambil melihat air mata &#8216;Umar r.a. yang berjatuhan, &#8220;Apa yang membuatmu menangis, Ibnu Khaththab?&#8221;</p>
<p>&#8216;Umar r.a menjawab dengan kata-kata yang bercampur-aduk dengan air mata dan perasaannya yang terbakar, &#8220;Wahai Nabi Allah, bagaimana aku tidak menangis, sedangkan tikar ini membekas di belikat Anda, sedangkan aku tidak melihat apa-apa di lemari Anda? Kisra dan kaisar duduk di atas tilam dari emas dan kasur dari beludru dan sutera, dan dikelilingi buah-buahan dan sungai-sungai, sementara Anda adalah Nabi dan manusia pilihan Allah!&#8221;</p>
<p>Lalu Nabi saw. menjawab dengan senyum tersungging di bibir beliau:</p>
<p><em>&#8220;Wahai Ibnu Khaththab, kebaikan mereka dipercepat datangnya, dan kebaikan itu pasti terputus. Sementara kita adalah kaum yang kebaikannya ditunda hingga hari akhir. Tidakkah engkau rela jika akhirat untuk kita dan dunia untuk mereka?&#8221;<br />
&#8216;Umar menjawab, &#8220;Aku rela.&#8221;</em> (HR. Hakim, Ibnu Hibban dan Ahmad)</p>
<p>Dalam riwayat lain disebutkan, &#8216;Umar berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, sebaiknya Anda memakai tikar yang lebih lembut dari tikar ini.&#8221;</p>
<p>Lalu, Nabi saw. menjawab dengan khusyuk dan merendah diri, &#8220;<em>Apa urusanku dengan dunia? Perumpamaan diriku dengan dunia itu tidak lain seperti orang yang berkendara di suatu hari di musim panas, lalu ia berteduh di bawah sebuah pohon, kemudian ia pergi dan meninggalkannya.&#8221;</em> (HR. Tirmidzi)</p>
<p>Jika kehidupan tauladan kita saja sangat sederhana, bahkan jauh di bawah kita, mengapa kita yang masih dapat memikirkan makanan apa yang akan di makan besok lalu mengeluh mengenai kekurangan secara materi yang terkadang tak beralasan.</p>
<p>Karena kata Rasulullah saw pun kebaikan sejati untuk umat muslim di tunda atau bukan di dunia melainkan di akhirat kelak. Karena Allah Maha Mengetahui, bahwa dunia adalah persinggahan.</p>
<p>Jadi tak perlu menggadaikan akhirat yang lebih kekal dengan kebaikan yang berlimpah yang telah Allah persiapkan bagi orang beriman dengan kemewahan dunia yang hanya sementara.</p>
<p>Jauh berbeda apa yang saya lihat di zaman ini, pemimpin (yang notabene adalah wakil rakyat) justru mendapat fasilitas yang sangat mewah. Terlebih lagi dengan apa yang di dapat, mereka tak pernah merasa cukup. Bahkan terus menerus berusaha memperkaya diri dengan berbagai cara.</p>
<p>Berbeda dengan rakyat yang mereka pimpin, begitu menderita. Bahkan tembok harta telah membuat batas yang tak bisa di bendung saking tebalnya. Sangat berbeda dengan pemimpin kita Rasulullah Muhammad <em>Shallahu’alaihi wassalaam</em>.</p>
<p>Salah satu penyebab mengapa banyaknya ketimpangan sosial yag terjadi adalah sifat malu yang teramat sangat. Memang benar malu adalah sebagian daripada iman.</p>
<p>Tapi malu yang bagaimana? Jikalau malu untuk berbuat maksiat kepada Allah itu bisa di sebut malu yang merupakan sebagian daripada iman. Tapi malu yang tidak di perbolehkan yaitu malu untuk hidup sederhana.</p>
<p>Mengapa? Karena bisa saja dengan bersikap sederhana meskipun Allah menganugerahkan harta yang berlimpah dapat mengurangi kesenjangan sosial.</p>
<p>Misalnya, tak ada lagi ajang pamer kemewahan di jalan raya dengan berlomba mengendarai transportasi yang canggih, pakaian-pakaian mewah dengan perhiasan mentereng atau telepon genggam mahal yang berseliweran di jalan yang mampu mengundang para penjambret dadakan (karena terkadang mereka para penjambret bukan sengaja melakukan kejahatan tapi terpaksa karena terdorong ekonomi yang sulit) untuk beraksi.</p>
<p>Karena sederhana bukan berarti hina. Dengan kesederhanaan kita mampu merasakan apa yang terjadi pada orang-orang yang kurang beruntung di banding kita. Selain itu akan melatih hati kita untuk peka akan keadaan sekitar.</p>
<p>Sesungguhnya ujian bukan hanya melalui kesulitan tapi juga bisa melalui harta berlimpah. Jika tak pandai kita mengelolanya maka bencana yang akan didapat.</p>
<p>Karena Allah hanya melihat seseorang dari ketaqwaannya dan bukan dari melimpahnya harta yang di miliki. Orang yang sebenarnya kaya adalah orang yang sederhana namun memiliki sifat mulia. Bahkan harta tak mampu membuatnya berpaling dari Allah.</p>
<p><em>Allahua’lam</em></p>
<p>Source http://www.eramuslim.com/oase-iman/</p>
<br />Filed under: <a href='http://anjangsana.wordpress.com/category/mindset/'>Mindset</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anjangsana.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anjangsana.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anjangsana.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anjangsana.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anjangsana.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anjangsana.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anjangsana.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anjangsana.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anjangsana.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anjangsana.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anjangsana.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anjangsana.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anjangsana.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anjangsana.wordpress.com/538/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anjangsana.wordpress.com&amp;blog=4105756&amp;post=538&amp;subd=anjangsana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjangsana.wordpress.com/2011/08/13/jangan-malu-hidup-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.200000 106.883000</georss:point>
		<geo:lat>-6.200000</geo:lat>
		<geo:long>106.883000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e88bdaa27ee108be691b18825bec95af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Purbowaseso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anjangsana.files.wordpress.com/2011/08/kesederhanaan_1345_l.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kesederhanaan_1345_l</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
