Puisi Jenderal Douglas Mac Arthur : “Doa Seorang Ayah”


  • Doa untuk Putraku  

    Tuhanku…

    Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.

    Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.

    Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.

    Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

    Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya

    dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.

    Seorang Putera yang sadar bahwa

    mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

    Tuhanku…

    Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.

    Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.

    Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar

    untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

    Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,  sanggup memimpin dirinya sendiri,

    sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

    Berikanlah hamba seorang putra  yang mengerti makna tawa ceria

    tanpa melupakan makna tangis duka.

    Putera yang berhasrat Untuk menggapai masa depan yang cerah

    namun tak pernah melupakan masa lampau.

    Dan, setelah semua menjadi miliknya…

    Berikan dia cukup Kejenakaan  sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh

    namun tetap mampu menikmati hidupnya.

    Tuhanku…

    Berilah ia kerendahan hati…

    Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…

    Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…

    Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,

    hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”

    “Pada masa perang dunia kedua, tepatnya bulan Mei Tahun 1952, seorang jenderal kenamaan, Douglas Mac Arthur, menullis sebuah puisi untuk putra tercintanya yang saat itu baru berusia 14 tahun. Puisi tersebut mencerminkan harapan seorang ayah kepada anaknya. Ia memberi sang anak puisi indah yang berjudul “Doa untuk Putraku”

Author: Sumarwoto Hadi

Menabur ilmu, menebar benih kebahagiaan saat ini dan masa depan....

2 thoughts on “Puisi Jenderal Douglas Mac Arthur : “Doa Seorang Ayah””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s